Segelas Lemon Tea Mengajarkan Organisasi


Guru terbaik adalah sebuah pengalaman, ya sepakat !
            Belajar tidak harus di kelas mendengarkan dosen berucap,belajar bisa dimana saja dan dengan siapa saja, bahkan setiap aktivitas dan benda – benda di sekeliling kita bisa jadi sumber belajar. Tentunya hal tersebut tak semata hadir, melainkan melalui proses pemaknaan seseorang terhadap segala sesuatu yang dialaminya. Pada tulisan ini saya bermaksud berbagi cerita tentang pengalaman di siang hari meneguk nikmatnya segelas Lemon Tea dan singgunganya dengan kehidupan organisasi.

Lemon Tea : Keberagaman
            Kegiatan di siang hari di bawah terik matahari yang menyengat kulit, menguras tenaga, dan menyebabkan kerongkongan kering nampaknya segelas Lemon Tea cocok untuk melepaskan dahaga. Tentu bagi yang pernah meminumnya sepakat bahwa paduan yang pas dan khas dari Lemon Tea adalah manis, asam dan wangi aroma Jeruk Lemon. Bagi saya paduan rasa tersebut menjadikan citra rasa dan warna baru di kerongkongan yang sudah seperti di padang pasir. Apabila dicermati Lemon Tea  mengajarkan arti pentingya “keberagaman”.
Beragam isi kepala masing – masing anggota dalam sebuah organisasi  acap kali ditemui, mungkin bagi sebagian orang hal tersebut merupakan ciri keretakkan internal organisasi. Namun jika dipikir ulang sejatinya manusia itu unik dan sebuah organisasi membutuhkan dinamika sebagai pembaharuan organisasi. Modal sebuah dinamika tak selalu berbicara tentang kesamaan melainkan keragaman isi kepala anggota yang berujung kepada kesepakatan, komitmen dan integritas organisasi.

Meracik Lemon Tea : Kerendahan Hati dan Cermat
            Kenapa tidak pakai Lemon Tea Sachet supaya praktis dan “gak pake lama”. Segala sesuatu yang praktis atau bahkan instan memang tidak begitu menyita waktu. Di sisi lain yang praktis bisa saja berakhir tragis. Alangkah baiknya meracik Lemon Tea menggunakan bahan – bahan alami, kendati lumayan menguras waktu untuk mengumpulkan bahan – bahan dan meraciknya tapi perihal rasa yang dihasilkan tidak diragukan lagi.  Bagi yang sudah sering meracik hal tersebut tidaklah sulit. Sedangkan bagi pemula tentunya perlu memperhatikkan rambu – rambu atau bahkan bertanya kepada ahlinya sembari belajar sekaligus silahtuhrahmi.
            Liliweri (1997 : 347) dalam bukunya yang berjudul Sosiologi Organisasi mengungkapkan “Banyak organisasi yang merencanakan perubahan internalnya secara matang selalu berakhir dengan kemajuan”. Artinya sebuah perencanaan organisasi membutuhkan proses berkelanjutan bukan secara instan karena memang kematangan perencanaan belum tentu bisa matang apabila hanya dikerjakan dalam waktu singkat terlebih lagi “asal –asalan”. Keterbatasan kemampuan perencanaan bukan alasan organisasi tidak memiliki masa depan, tak usah malu bertanya dan melibatkan seorang ahli pasalnya salah kaprah dalam merencanakan bisa merugikan seluruh elemen organisasi sehingga roda organisasi macet.

Komposisi Sederhana Lemon Tea : Sinergitas & Tim Solid
Membuat segelas Lemon Tea memang tidak membutuhkan banyak bahan – bahan cukup dengan komposisi yang sederhana segelas Lemon Tea siap disajikan dan mampu menyegarkan badan. Roda organisasi memang harus terus berjalan kendati para anggota mulai lelah dan jenuh dengan kegiatan organisasi. Maka dari itu agar organisasi tersebut tetap berjalan diperlukan adanya sebuah kelompok sederhana atau tim solid sebagai penggerak, pasalnya selama perjalanan organisasi tentu membutuhkan orang – orang kompeten, berintegritas, dan bersahabat dengan organisasinya, merekalah yang dinamakan tim solid.
Menurut Lippit dkk dalam Liliwer (1997 : 347) menyatakan bahwa “tugas dari tim inti (kelompok sederhana) adalah melaksanakan tugas pokok organisasi. Kelompok tersebut diharapkan dapat mempengaruhi perubahan organisasi.” Tentunya dengan begitu banyak tugas pokok tim ini harus tahan banting dan bersinergis tidak mementingkan ego sektoral tugas bidangnya masing – masing.  

Kesegaran Lemon Tea di Siang Hari : Tekad Pemimpin
            Pemimpin adalah sosok sentral dan vital dalam organisasi. Tentang arah dan tujuan organisasi ialah yang menjadi sosok determinan dalam penentuannya. Hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Maxwell dalam Liliweri (1997 : 347) bahwa “mengubah pemimpin = mengubah organisasi”. Artinya sosok pemimpin adalah seseorang agen pembaharuan atau agen perubahan dalam organisasi. Pemimpin tidak bekerja sendirian ia membutuhkan orang – orang yang loyal pada organisasinya, apabila dikaitkan dengan tataran organisasi mahasiswa yang notabene swadaya pemimpin membutuhkan anggota yang berprinsip “from sikil to skill”.
            Tekad pemimpin sangat dibutuhkan apabila sebuah organisasi ingin berujung kemajuan, tekad bisa menjadi suatu kekuatan dan kesegaran baru untuk para anggotanya. Bagi saya pribadi tentang tekad dari masing – masing indvidu dalam organisasi memiliki sebuah tingkatan terutama antara pemimpin dan anggota, perbedaan tersebut bisa jadi satu tingkatan, yaitu ketika pemimpin semangat, anggota biasa saja. Sedangkan ketika anggota sangat bersemangat maka pemimpin lebih semangat dibandingkan mereka. Maka dari itu pemimpin harus mampu menguatkan ketika anggota lemah, memotivasi ketika anggota membutuhkan, mengingatkan ketika anggota berlebihan. Disanalah tekad pemimpin baknya pembawa nafas segar, seperti kesegaran Lemon Tea di Siang Hari.

My Closure
            Organisasi bukan berbicara tentang SAYA atau KAMI melainkan berbicara tentang KITA karena sejatinya organisasi bukan sebuah ajang sikut kiri, sikut kanan, kepentingan kiri, kepentingan kanan, melainkan rangkul kiri, rangkul kanan dan memperjuangkan satu kepentingan, yaitu kepentingan bersama. Keragaman isi kepala yang memicu konflik dan memunculkan permasalahan dalam sebuah organisasi adalah wajar karena disanalah organisasi memberikan pengalaman berharga untuk kehidupan kelak. Maka ketika ada kesungguhan dalam berorganisasi maka disanalah lahir problem solver santun.

By: Manusia Abad-45

Quote : Problem Solver yang Santun Adalah Mereka yang Bersungguh – Sungguh Berorganisasi, Pasalnya Organisasi Adalah Gudang Masalah yang Harus Diselesaikan Secara Santun.~Z.A.E

*Tulisan ini pernah dimuat di Kabar UPI Senin, 25 Mei 2015

Sumber bacaan :
Liliweri, Alo. 1997. Sosiologi Organisasi. Bandung : PT Citra Aditya Bakti

Ilustrasi : 
 http://www.bevandavending.com/wp-content/uploads/2012/06/cup+of+tea.png





Tags:

Share:

0 komentar